'Malang' tak asing bagi siapapun yang mendengarnya. memang ini bukan tempat kelahiranku, tapi merupakan tempat kelahiran kakek ku (ayah dari bapak). sejak kecil aku kenal tempat ini, iya... 'Desa Donomulyo' di sanalah sebuah rumah berdiri sangat amat sederhana, dengan bangunan tua nya, kamar mandi terpisah, dapur beralaskan tanah, lampu-lampu setiap ruangan berwarna kuning, ruang tamu yang selalu ramai akan segala aktivitas keluarga besar kami, halaman depan rumah yang begitu luas dengan rumput segar alami dan beberapa pohon mangga&manggis seakan menjadi saksi bisu setiap kami merayakan Idul Fitri bersama.
Beberapa tahun setelah Eyang Putri Buyut dan Ibu Mia (Spupu ayahku) meninggal, adik perempuan kakek ku yang sedari dulu tinggal dirumah itu berpindah ke Pulau Kalimantan, bersama anak dan cucunya.
di Kalimantan memang sudah lama menetap Mas Andris yang punya usaha rumah makan. terhitung 4 kali lebaran ini rumah itu kosong,
kehangatan kami berkurang sejak tahun 2008 silam. ketika itu menjadi Idul Fitri terakhir buat sepupu laki-laki ku yang bernama Yudha. berlanjut di tahun berikutnya, 2009 menjelang kami merayakan Natal tepat di bulan Agustus (sebelum beliau wisuda) Tante ku tersayang meninggal karna sakit.
tahun lalu (2013) tepat di Hari Raya Idul Fitri aku, bapak, ibu, kakak, dan adik ku kembali ke desa itu. ya meskipun kami tak menginap di rumah itu, tp kami sempatkan waktu utk singgah sebentar di rumah itu. atap nya yang mulai roboh, teras dan halaman yang nampak usang, ranting pohon berserakan, rumput tak rapi begitu membuat hati ini tersentuh, rindu, mata ini berkaca tanpa sadar. tempat yang dulu selalu hangat, ramai, penuh canda tawa dan sekarang harus seperti itu. dalam pengelihatanku masi jelas tergambar bagaimana beberapa tahun lalu keluarga besar kami ada di dalamnya,
tahun demi tahun tradisi itu akan hilang, dan gak mungkin bisa kembali seperti dulu. yang ada hanya harapan gadis remaja seperti ku. apapun yang terjadi, di mana pun kami berada, Tuhan.. tolong jaga dan selalu ingatkan bahwa kami satu.. kami tidak akan pernah lupa tempat itu, rumah sederhana itu :')
Ramadhan akan berakhir dalam hitungan hari, bahkan jam. memory itu masi jelas ku simpan rapat. biarlah Tuhan kumpulkan kami semua 'nanti' di surga nya. amin yaa rabbal alamin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar